0


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Lima Menit Lagi


Pada suatu hari, tampak seorang ayah sedang berdiri di taman, menemani anaknya yang sedang gembira bermain ayunan. Agaknya waktu serasa cepat berlalu, sambil sesekali melirik pada jam di tangannya, si ayah tahu, saatnya bermain telah selesai, karena masih ada pekerjaan yang menunggu untuk segera diselesaikan.
"Sebentar Ayah, lima menit lagi yaaaah, pliiiisss," suara kecil itu terdengar memelas. Ayahnya dengan spontan menjawab, "Oke, lima menit lagi!" Si kecil berlari ke ayunannya dan kembali bermain dengan gembira sedangkan si ayah mengamati dari kejauhan dengan senyuman senang. Lima menit berlalu dengan cepat, saat si ayah mengingatkan kepada puteranya. "Pliiiissss, lima menit lagi, Yah. Lima menit terakhiiir deh. Janji, setelah ini udahan. Oke, Yah?" suara memohon disertai tatapan mata yang penuh harap membuat si ayah tidak tega dan kembali mengabulkan permintaan si kecil.
Seorang ibu yang sedari tadi mengamati kejadian itu di sebelahnya berkomentar, "Wah... Bapak hebat sekali, sabar dengan anak-anaknya ya, Pak." Dengan tersenyum si ayah berkata, "Iya Bu, belajar sabar. Saya pernah kehilangan anak saya yang sulung karena terjatuh saat naik sepeda. Sampai sekarang, masih terasa kekecewaan dan penyesalan di dalam hati ini. Saat mereka ada, saya terlalu sibuk dan tidak berusaha lebih keras menyisihkan waktu untuk keluarga hingga kemudian harus kehilangan salah satunya. Saat sibuk dengan pekerjaan, saya berpikir, toh yang saya lakukan untuk membahagiakan mereka, untuk memenuhi kebutuhan mereka juga. Dan saya salah. Uang yang saya kumpulkan seberapa banyak pun, ternyata tidak pernah bisa membeli kebahagiaan itu," ujarnya dengan nada duka.
"Sejak saat itu saya berjanji dalam hati untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Dan saat si kecil merengek minta \\\’lima menit\\\’, sesungguhnya, bukan dia yang meminta waktu kepada saya, tetapi dia justru sedang memberi tambahan waktu kepada saya untuk menikmati kegembiraan bersamanya," papar si ayah sambil melontarkan pandangan sayang kepada putranya yang sedang asyik bermain.

Netter yang Luar Biasa!


Manusia seringkali lupa mensyukuri dan menghargai yang telah dipunyai. Saat keadaan memaksa dia harus kehilangan, segera kecewa dan rasa sesal pun seiring mengikuti, bahkan kerap kali terpuruk dengan perasaan bersalah yang berkepanjangan dan sulit untuk memaafkan diri sendiri.
Maka, mari kita siapkan waktu bahkan \\\’paksakan\\\’ diri untuk membiasakan berbagi perhatian dengan keluarga dan orang-orang yang kita cintai.

Salam sukses luar biasa!!
Taken from : www.abatasa.com/kolom/detail/motivation/638/lima-menit-lagi-sport.html

Dikirim pada 16 April 2011 di Hati yang paling Indah


Dia mengalahkanku
17 September 2009
Awalnya aku susah sekali nenerima kepergian sang ibu.Walaupun sudah ku relakan,tapi aku masih sering berharap dia akan kembali lagi. Kini semua berubah sejak aku bertemu dengan muridku yang Subhanallah...
Di umurnya yang baru 2th,dia bisa meng-ikhlaskan kepergian sang ayah. Celotehnya...tawanya...dan kepolosannya sering membuatku kagum.
"Bu,ayahku udah ndak sakit lg" "Bu,ayah dah ga disuntik2 lg sma dokter..." "...ayah skrang tidur terus,tp sndirian.Skrang aku harus jagain adek dan ibu.Aku ga boleh nakal lagi..."
.....Setiap pagi aku selalu menanyakan kabar murid2ku,juga keluargany.Walaupun dia terlihat selalu ceria ak tetap saja"pekewuh"bila tiba gilirannya.Tapi dia tetap saja merasa asik dan seolah sudah terbiasa dengan keadaan sebenarnya.Sedangkan aku...???
Nak...kau sudah mengajarkanku arti sebuah keikhlasan sebelum ku mengajarimu,kau ajarkan arti ketabahan sebelum ku menguatkanmu. Terimakasih nak...trimakasih. Teruslah jadi anak yang hebat dan sholeh. Teruslah tertawa bersamaku Teruslah bercanda bersamaku Teruslah bermanja denganku Nikmatilah masa kanakmu dengan ceria bersamaku dan orang2 yang menyayanimu... Semoga apa yang kamu citakan di kabulkanNya.AMIN
forwarded from:
blog punya ZAHROH LATIFAH , zah-1986.cybermq.com/post/detail/6444/dia-mengalahkanku

Dikirim pada 18 September 2009 di Hati yang paling Indah


MEREKA SEDANG TIDAK BUTUH PEMBERIANMU…!
Abdullah Ibnu Mas’ud telah menjadi salah satu sahabat dekat dengan Rasulullah Muhammad Saw. Dan telah berkembang menjdi pribadi muslim yang tekun dan terkemuka. Di masa Khalifah ‘Utsman, dia menderita sakit dan secepatnya akan meninggal. Khalifah ‘Utsman datang untuk menjenguknya dan mendapatinya dalam keadaan sedih.
Beliau bertanya, “Apa yang menyebabkan engkau sangat bersedih?”
“Dosa-dosaku,”jawabnya
“Katakan kepadaku keinginanmu sehingga aku dapat memenuhinya.”
“Aku menginginkan rahmat Allah,” jawab Ibnu Mas’ud.
Khalifah bertanya,”Jika engkau mengizinkan, aku bisa memanggil dokter.”
“Adalah dokter yang membuat aku sakit,” jawab Ibnu Mas’ud.
“Jika kamu ingin, aku bisa memberikan kepadamu sesuatu dari baitul mal.”
Ibnu Mas’ud menjawab dengan ketus,”
“Pada saat aku membutuhkan, kamu tidak memberikan kepadaku apa-apa dan sekarang di saat aku tidak membutuhkan, kamu ingin menunjukkan kepadaku hadiah!”
Khalifah ‘Utsman meminta dengan sangat,
”Biarkan pemberian ini menjadi milik putrimu.”
“Mereka tidak sedang butuh dengan pemberianmu,” Ibnu Mas’ud menjawab dengan singkat.
“Aku telah memerintahkan kepada mereka untuk selalu membaca surat Al-Wâqiah setiap malam. Karena sungguh, aku telah mendengar Rasulullah Muhammad Saw. Bersabda,
“Seseorang yang membaca surat Al-Wâqiah setiap malam, tidak akan pernah menderita yang disebabkan oleh kemiskinan.”

(Taken from : ”Hati yang paling Indah” 2008,oleh Akramula Syed, Klaten: Inas Media)


Dikirim pada 31 Agustus 2009 di Hati yang paling Indah


Normal
0
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";}

SEBUAH KOTAK YANG PENUH DENGAN CIUMAN
Taken from : ”Hati yang paling Indah” 2008,oleh Akramula Syed, Klaten: Inas Media

Cerita ini terjadi pada waktu dahulu, ketika ada seorang lelaki menghukum putrinya yang masih berusia 3 tahun karena telah membuang satu rol gulungan pembungkus emas. Dia menahan untuk memberi uang kepada anaknya itu dan menjadi marah ketika dia mencoba untuk menghias sebuah kotak pada saat hari raya. Meskipun demikian, anak perempuan itu tetap membawa sebuah hadiah yang diberikan kepada ayahnya di esok hari,”Ini untukmu,ayah.”
Lelaki itu menjadi sangat malu dengan perbuatannya yang berlebihan, tapi kemarahannya meledak lagi ketika mendapati bahwa ternyata kotak itu kosong.
Dia berteriak kepadanya dan mengatakan,
“Apakah kamu tidak tahu ketika kamu memberi seseorang sebuah hadiah, dia mengharapkan ada sesuatu di dalamnya?”
Anak perempuan itu memandang ke arahnya dengan tetesan air mata lalu berkata,
”Oh, Ayah. Kotak itu tidaklah kosong. Aku meniupkan ke dalamnya banyak ciuman. Semua itu untukmu, Ayah.”
Hati ayahnya luluh. Dia memeluk anaknya, lalu meminta maaf.
Tidak lama kemudian, sebuah kecelakaan merenggut nyawa gadis kecil itu. Dikatakan bahwa ayahnya menjaga kotak emas itu di tempat tidurnya untuk beberapa tahun. Kapan pun dia merasa sedih, dia akan mengeluarkan kotak yang dihiasi dengan ciuman dan cinta sang putri yang telah diletakkan putrinya di dalamnya.


Dalam sebuah perasaan yang sesungguhnya, setiap dari kita, sebagai manusia, telah diberi satu kontainer emas yang berisikan cinta dan ciuman tanpa syarat…
Dari anak-anak kita, anggota keluarga, teman-teman, dan yang penting adalah dari Allah.

Dikirim pada 25 Agustus 2009 di Hati yang paling Indah
Awal « 1 2 » Akhir
Profile

aku hidup di dunia ini hanya karena karunia ALLAH semata.alhamdulillah aku dilahirkan sebagai manusia,bkn hewan,menjadi muslim,bkn kafirin,dengan tubuh sempurna,tidak cacat.segala puji bagi ALLAH atas semua ini. More About me

Page
BlogRoll
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 639.276 kali


connect with ABATASA